Entry: News Jan 4, 2005



Report From Medan Posted: December 3, 2005.

1. Penanganan pengungsi yang ada dimedan, sampai saat ini tidak jelas. Hal ini terbukti dengan tidak jelasnya lokasi penampungan pengungsi, sehingga menyulitkan pendataan pengungsi yang telah sampai di Medan dan yang telah dikirim kembali ke daerah asal.

2. Ketidakjelasan koordinasi tentang penanganan pengungsi dan tidak tersedianya database pengungsi sehingga menyulitkan bagi keluarga Aceh untuk menemukan sanak saudaranya.

3. Tidak terbukanya akses bagi masyarakat khususnya bagi beberapa organisasi yang membantu penanganan pengungsi untuk mendapatkan informasi di beberapa RS swasta diantaranya : RS Elisabeth, Advent, Methodist, Sari Mutiara & Klinik Karya Kasih.

4. Disinyalir telah terjadi pengambilan anak-anak dibawah umur 12 thn tanpa izin dari pihak yang berwenang. Hal ini banyak dilakukan oleh orang-orang nasrani sehingga dikhawatirkan akan memunculkan isu SARA yaitu terjadinya “permurtadtan” bagi anak Aceh dibawah umur dan perdagangan anak yang dilakukan oleh jaringan internasional.Untuk ini kami meminta kepada teman-teman di infokita agar dapat meminta kepada pemerintah agar dapat mengeluarkan Instruksi kepada masyarakat yang mengambil anak-anak tersebut tanpa izin agar mengembali kepada pejabat yang berwenang.

5. Menumpuknya bantuan dari masyarakat di posko nasional penanggulangan bencana di Medan. Hal ini terjadi bukan karena tidak adanya transportasi, tetapi karena keengganan aparat TNI/POLRI untuk membawa bantuan ke lokasi bencana.

6. Kurangnya sukarelawan untuk mengurusi pengungsi di medan, sebab fokus relawan tertuju kepada daerah bencana.

7. Dibeberapa posko pengungsian seperti di Jl.Medan Area Selatan, Payageli; saat ini kekurangan makanan pokok, pakaian dalam, perlengkapan sholat, dan uang untuk biaya transportasi bagi korban bencana yang akan dipulangkan ke kampung halaman yang masih ada keluarganya.

8. Saat ini sangat dibutuhkan tenaga ahli konselling/jiwa untuk memulihkan psikologi traumatik pasca bencana para pengungsi yang ada di medan, terutama untuk anak-anak. (Posted by Ida R, edited by Infokita)

   1 comments

ida rasahan
January 6, 2005   09:22 PM PST
 
Mita & kwn2 infokita,
saya dan kwn2 saat ini sedang mencoba mendata pengungsi di beberapa titik posko pengungsian.karena sampai saat ini Dinas Sosial/lembaga lainnya tidak memiliki data base pengungsi yang telah sampai di medan atau yang telah dikembalikan kebeberapa daerah aceh yang tidak terkena bencana.
tadi pagi saya juga sdh ketemu dgn Raja, dan dia menyampaikan apabila saya butuh informasi atau bantuan lainnya bisa menghubungi mita,saat ini saya butuh data yang tadi pagi dibawa Raja ke Meulaboh. Dan saat ini ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan :
1. Pengungsi yang ada di Medan saat ini kesulitan untuk memperoleh informasi tentang keluarganya, baik yang terpisah ataupun hilang.
2. Tarumatic Center yang dibuat oleh Departemen Sosial, khususnya yang menangani kasus traumatic anak2, sampai saat ini tidak menangani satu kasuspun. Sedangkan banyak warga aceh yang telah mengungsi ke medan mengira bahwa di Pusat Penampungan Anak Dinas Sosial di Jl.Willem Iskandar-Pancing, telah menampung anak2 pengungsi dari aceh sebagaimana dilansir oleh berbagai media massa, namun sampai tadi sore (6/1/05, pkl.18.00 wib) hanya ada satu anak berumur 16 tahun yang mereka tangani.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments