 |
|
Feb 26, 2005
riak lara menjamah
segenap liku kalbu
geletarnya membahana
di bumi banda
*
apakah yang menggelepar
pilu jelma musik sembilu
seraut wajah sendu
termangu kelu
…………….
kelabu
*
saput saja dengan lembut
luka-luka batin
lupakan kenangan pilu
menuju….
hari-hari baru
(WandaLeopolda)
Posted at 11:08 pm by infokita
Permalink
Jan 26, 2005
Dear All,
Thank you for your reports, help, and kind attention regarding Tsunami disaster and missing persons. It has been a month since the catastrophe
There are a lot of works remain
Unite our hope!
Let’s bring the happiness back!
Tiny kinds of action make a great difference!
Concerning the missing, we have filed data you sent. We will let you know as we have further information about them. We do our best.
Due to limited capacity to find all of the missing, we would like to ask you to access important links below. These might help our attempt:
http://www.acehmediacenter.or.id/id/missing
http://www.acehmediacenter.or.id/id/db/inti/
http://www.untukindonesia.com/file/aceh/victims.php
http://www.arigayo.com/Tsunami.htm
http://aceh.abangadek.com/index.php/EN_HomePage
http://www.familylinks.icrc.org
http://unsyiah.net/
http://web.acehmediacenter.or.id/id/db/telapak/
http://tracking.tnas.kpu.go.id/default.aspx
Also, we want to emphasize that Infokita doesn’t accept any kind of donations.
If you wish to make a donation, please check out our main links. Don’t forget to make sure that your donation will be used properly.
There will be a light for our efforts.
Keep up the good work, God bless you.
With love, hope and support.
www.infokita.blogdrive.com
Raja Rajuandar (Aceh)
Ida Rasahan (Medan)
Dyah Paramita (Jakarta)
Main Links:
http://www.acehmediacenter.or.id
http://www.indonesiahelp.blogspot.com
http://indonesiahelp.org/
www.indonesia-tsunami.info
Yappika, contact: yappika@indosat.net.id
Posted at 07:53 pm by infokita
Permalink
Jan 7, 2005
News From Medan, January 6, 2005
Mita & kawan-kawan infokita,
Saya dan kawan-kawan saat ini sedang mencoba mendata pengungsi di beberapa titik posko pengungsian sebab sampai saat ini Dinas Sosial/lembaga lainnya tidak memiliki data base pengungsi yang telah sampai di medan atau yang telah dikembalikan kebeberapa daerah Aceh yang tidak terkena bencana.
Tadi pagi (06/01/2005) saya juga sudah bertemu dgn Raja, dan dia menyampaikan apabila saya butuh informasi atau bantuan lainnya bisa menghubungi Mita. Saat ini saya memerlukan data yang tadi pagi dibawa Raja ke Meulaboh.
Saat ini ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan :
1. Pengungsi yang ada di Medan saat ini kesulitan untuk memperoleh informasi tentang keluarganya, baik yang terpisah ataupun hilang.
2. Traumatic Center yang dibuat oleh Departemen Sosial, khususnya yang menangani kasus traumatic anak-anak, sampai saat ini tidak menangani satu kasuspun. Sedangkan banyak warga aceh yang telah mengungsi ke Medan mengira bahwa di Pusat Penampungan Anak Dinas Sosial di Jl.Willem Iskandar-Pancing, telah menampung anak-anak pengungsi dari Aceh sebagaimana dilansir oleh berbagai media massa, namun sampai tadi sore (6/1/05, pkl.18.00 wib) hanya ada satu anak berumur 16 tahun yang mereka tangani. Posted by: Ida R, Medan (06/01/2005).
Posted at 11:40 am by infokita
Permalink
Jan 4, 2005
Kargo Gratis Untuk Aceh (Source:Tempo. Edisi 3-9 Januari 2005)
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia memberikan bantuan gratis pengangkutan kargo bagi korban tsunami di Aceh. Selain itu Garuda juga memberikan diskon tiket sebesar 50 persen bagi keluarga korban yang ingin melakukan perjalanan ke Banda Aceh-Medan, dan Medan-Banda Aceh. Pemberian diskon tiket tersebut mulai berlaku bagi pembukuan penumpang sejak Rabu (29/12/2004). Pembelian tiket hanya dapat dilaksanakan melalui kantor-kantor penjualan Garuda. Garuda membuka konter cek-in khusus Aceh di terminal F Bandara Soekarno-Hatta dan juga membuka konter khusus (desk Aceh) di kantor penjualan. Bagi yang ingin menggunakan layanan tersebut dapat menghubungi Manager Kargo Garuda, Rusli Baharussin (021-5501408) dan (021-5502041). Penambahan penerbangan ekstra menggunakan pesawat B-737-400 kapasitas 400 penumpang dan A-330 kapasitas 325 penumpang.
Summary News. Source: tempointeraktif.com, mediaindo.co.id, acehmediacenter.or.id Forwarded to infokita by: Mai, Jatam December 4, 2004 from Hayu FWI
1. Hingga hari Senin ( 3 Januari 2005 ), sesuai dengan pengamatan yang dilakukan oleh BMG yang dilakukan di Simpang Kiri Aceh Singkil dan Tapak Tuan Aceh Selatan pada hari pertama gempa, Minggu (26/12/2004) terdapat 72 kali gempa, hari kedua, Senin (27/12/2004) terjadi 70 kali gempa, hari ke tiga terjadi 64 kali gempa, hari keempat 68 kali gempa dan hari kelima terjadi 68 kali gempa dengan magnitude antara 4.0 hingga 5.0 Skala Richter.
2. Menurut pernyataan dari menteri dalam negeri, hingga hari Senin ( 3 Januari 2005 ) pukul 08.00 WIB, sebanyak 1.550 dari total 5.862 desa di Nanggroe Aceh Darussalam masih belum bisa berfungsi. Sedangkan yang telah berfungsi mencapai 4.312 desa. kendala di lapangan terutama transportasi yang terhalang puing-puing dan bongkahan reruntuhan bangunan.
3. Jumlah korban tewas akibat bencana gempa dan tsunami di Sumatera Utara (Sumut) dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), hingga Senin (3/1/2005) telah mencapai 95 ribu orang. Sementara korban yang dirawat di Rumah Sakit (RS) 1.609 orang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Masalah Kesehatan, Bencana Alam Aceh dan Sumut Eddie Naydial Roesdal. Sedangkan menurut data yang diperoleh dari media center Lembaga Informasi Nasional (LIN), Senin, sebagian besar korban meninggal tersebar di Kota Banda Aceh (15.000), Kota Sabang (12.000), Kabupaten Aceh Jaya (15.000), Meulaboh (10.200), dan Kabupaten Aceh Besar (14.000)
4. Mayat yang telah berhasil dievakuasi yang nampak di permukaan, baru sekitar 6.000 mayat. Diperkirakan masih banyak jenasah yang tertimbun kayu dan lumpur yang belum dievakuasi. Evakuasi mayat yang melibatkan tim relawan Palang Merah Indonesia, pasukan TNI dan relawan dari berbagai negara tidak bisa bekerja maksimal, karena kondisi kota yang masih dipenuhi puing-puing dan lumpur. Evakuasi mayat terpadu secara besar-besaran ( Terpadu antara TNI, Polisi, Pemerintah, Relawan dan Masyarakat ) akan dilakukan serentak di seluruh Banda Aceh dan Aceh Besar, Senin (3/1) ini. Jumlah tim relawan yang pada Jumat lalu sebanyak 400 orang, kini sudah mencapai 1.500 orang yang umumnya didatangkan dari luar Aceh. Untuk mengevakuasi mayat dikerahkan 1.000 orang TNI dan relawan 500 orang.
5. Hingga Senin pukul 00.30, jumlah mayat yang dievakuasi di Banda Aceh dan Aceh Besar telah mencapai 14.283 mayat. Sedangkan korban hidup yang berhasil dievakuasi sebanyak 41 orang. Di Aceh Barat sebanyak 10.251 jenasah telah berhasil dievakuasi hingga siang ini, Senin (3/1). Namun, baru 4.227 jenasah yang berhasil diidentifikasi. Ke semua jenasah yang telah dievakuasi itu, dimakamkan di dua kuburan massal yang ada di Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI dan Desa Ujong Karang
6. Di Kantor POS Banda Aceh bisa memperoleh akses Internet gratis khususnya prioritas PERS dan Posko2/Relawan dalam rangka upload informasi atau koordinasi (email) dengan rekan2nya. Untuk setiap penggunaan sekarang dibatasi 30 menit maksimal dan masuk antrian berikut.
7. Sepekan pasca bencana gempa dan tsunami menerjang Aceh, persediaan sembilan bahan pokok di Kota Sabang mulai menipis, karena jalur distribusi dari Banda Aceh ke daerah itu masih terganggu. Sementara untuk penyaluran bantuan secara keseluruhan, distribusi bantuan ke wilayah bencana mengalami hambatan karena kondisi cuaca yang buruk.
8. Dua unit gudang Bulog yang berada di Meulaboh selamat dari bencana gempa dan tsunami. Beras sebanyak 817 ton dalam gudang, berada dalam kondisi layak dikonsumsi dan bisa segera disalurkan ke seluruh penduduk di wilayah itu. Sejauh ini, 160 ton beras telah disalurkan.
9. Memasuki hari ke-9 musibah gempa dan tsunami, situasi Banda Aceh boleh dibilang masih lumpuh. Meskipun listrik, BBM dan telepon, telah hadir, namun tidak ada aktivitas masyarakat yang berarti.
10. Hubungan telepon ke Meulaboh, Aceh Barat setelah porak-poranda dihantam gempa dan badai tsunami pada minggu lalu, hingga hari Minggu sore (2/1) sudah mulai normal kembali, namun sambungan telepon untuk masyarakat umum masih terbatas. Beberapa nomor telepon yang bisa dihubungi di Kota Meulaboh di antaranya nomor 086811018990-086811012631-086811019008-08681101900-086811018992 dan nomor-nomor telepon ini dinilai sangat penting bagi keluarga atau orang-orang yang ingin mengetahui keberadaan keluarganya setelah terjadinya gempa dan gelombang tsunami. Sedangkan masalah listrik, hingga hari ini, kota Meulaboh masih kesulitan mendapatkan aliran listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berada di Meulaboh berkekuatan 8,5 MW tak mengalami kerusakan parah. Namun PLTD tersebut tertimbun lumpur sehingga harus bersihkan. Untuk memperbaiki jaringan listrik, PLN telah mengerahkan 163 pegawainya. Sekarang ini telah dikirim satu unit genset 4 KW yang digunakan di tempat-tempat tertentu yang dianggap penting.
11. Upaya pemerintah melalui Dep. PU untuk memobilisasi alat berat menuju Kota Meulaboh masih mengalami kesulitan akibat rusaknya akses jalan ke kota tersebut akibat dihantam gelombang pasang tsunami.
12. Penanganan pasca gempa dan tsunami di Pulau Nias saat ini tinggal memasuki tahap rehabilitasi. Sedangkan penanganan korban luka dan meninggal telah selesai dilakukan pekan lalu.Untuk tahap rehabilitasi yang akan dimulai pekan ini prioritasnya adalah pembangunan kembali fasilitas umum yang rusak akibat terjangan gelombang tsunami seperti rumah ibadah, rumah sakit, dan pembangunan kembali rumah-rumah penduduk yang hancur. Akibat gelombang tsunami kurang lebih dari 1.000 rumah penduduk rata dengan tanah.
13. Sekitar 5.000-an warga Meulaboh yang mengungsi, kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Banyak yang terserang diare, demam dan gangguan telinga, hidung dan tenggorokan (THT). Gangguan THT ini disebabkan, banyak warga yang selamat kemasukan lumpur ke dalam telinga, tenggorokan dan hidung. Obat-obatan yang sangat mendesak diberikan kepada pengungsi yang tersebar di 11 titik, yaitu anastesi (bius) dan obat untuk THT, selain untuk mencegah demam dan gejala malaria. Sekitar 400 pengungsi yang bertahan di kamp-kamp darurat saat ini, mengalami gangguan kesehatan. Sementara di lokasi, tindakan medis yang diberikan sangat kurang, karena kekurangan tenaga medis dan obat-obatan.
14. Bagian Pengaduan Posko Penanggulangan Bencana Gempa dan Badai Tsunami Nanggoe Aceh Darussalam berhasil mempertemukan 163 dari 525 orang hilang kepada keluarganya.
15. Sejak empat hari yang lalu, Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh telah kehabisan suntik vaksinasi tifus. Pihak rumah sakit telah memintanya, namun belum ada kiriman hingga hari ini. Pihak rumah sakit mengatakan, banyak warga yang mengantri untuk mendapatkan vaksinasi tifus karena ketakutan timbulnya wabah penyakit.
16. Warga Banda Aceh yang sukarela mengevakuasi mayat-mayat di kampungnya, mengaku kekurangan kantong mayat karena jumlah kantong mayat yang diterima tidak seimbang dengan jumlah mayat yang amat banyak. Mayat-mayat yang ada saat ini sudah membesar dan menjadi bubur, sehingga kantong plastik hitam amat efektif untuk dipergunakan, karena korban tinggal didorong ke atas plastik yang telah dibentangkan. Selain kantong mayat, para sukarelawan juga kekurangan sepatu boot.
Posted at 06:36 pm by infokita
Permalink
Report From Medan Posted: December 3, 2005.
1. Penanganan pengungsi yang ada dimedan, sampai saat ini tidak jelas. Hal ini terbukti dengan tidak jelasnya lokasi penampungan pengungsi, sehingga menyulitkan pendataan pengungsi yang telah sampai di Medan dan yang telah dikirim kembali ke daerah asal.
2. Ketidakjelasan koordinasi tentang penanganan pengungsi dan tidak tersedianya database pengungsi sehingga menyulitkan bagi keluarga Aceh untuk menemukan sanak saudaranya.
3. Tidak terbukanya akses bagi masyarakat khususnya bagi beberapa organisasi yang membantu penanganan pengungsi untuk mendapatkan informasi di beberapa RS swasta diantaranya : RS Elisabeth, Advent, Methodist, Sari Mutiara & Klinik Karya Kasih.
4. Disinyalir telah terjadi pengambilan anak-anak dibawah umur 12 thn tanpa izin dari pihak yang berwenang. Hal ini banyak dilakukan oleh orang-orang nasrani sehingga dikhawatirkan akan memunculkan isu SARA yaitu terjadinya “permurtadtan” bagi anak Aceh dibawah umur dan perdagangan anak yang dilakukan oleh jaringan internasional.Untuk ini kami meminta kepada teman-teman di infokita agar dapat meminta kepada pemerintah agar dapat mengeluarkan Instruksi kepada masyarakat yang mengambil anak-anak tersebut tanpa izin agar mengembali kepada pejabat yang berwenang.
5. Menumpuknya bantuan dari masyarakat di posko nasional penanggulangan bencana di Medan. Hal ini terjadi bukan karena tidak adanya transportasi, tetapi karena keengganan aparat TNI/POLRI untuk membawa bantuan ke lokasi bencana.
6. Kurangnya sukarelawan untuk mengurusi pengungsi di medan, sebab fokus relawan tertuju kepada daerah bencana.
7. Dibeberapa posko pengungsian seperti di Jl.Medan Area Selatan, Payageli; saat ini kekurangan makanan pokok, pakaian dalam, perlengkapan sholat, dan uang untuk biaya transportasi bagi korban bencana yang akan dipulangkan ke kampung halaman yang masih ada keluarganya.
8. Saat ini sangat dibutuhkan tenaga ahli konselling/jiwa untuk memulihkan psikologi traumatik pasca bencana para pengungsi yang ada di medan, terutama untuk anak-anak. (Posted by Ida R, edited by Infokita)
Posted at 05:31 pm by infokita
Permalink
Jan 1, 2005
Report from the field (Jan, 2005):
1. Teuku Iskandarsyah, Meulaboh (He is alive, last position in Posko Kawai XVI, Lapang, Aceh Barat)
2. Cut Nova Diana (She is alive, last posistion in Posko Kawai XVI, Lapang, Aceh Barat)
3. Cut Nur Aryan (She is alive. last position in Posko Kawai XVI, Lapang, Aceh Barat)
Some members of Serambi Indonesia daily are found alive
(Source: Kompas, December 31, 2004) , they are:
1. Syamsul Kahar
2. Lailun Kamal
3. Akmal Ibrahim
4. Darmansyah
5. Muhammad Rokan
6. M Nasir Nurdin
7. Ampuh Devayan
8. Herianto
9. Asnawi Ismail
10. Hilmi Hasbullah
11. M Nur
12. Yarmen Dinamika
13. Edi Aceh
14. Mahdi Abdullah
15. Ida Agustina
16. Syaiful
17. Dayang
18. Fauzi
19. Afriani
20. Mahmuddin
21. Nurmalawati
22. Yusmidar
23. Amri
24. Yuda
25. Juanda
26. Sari Pujianti
27. Bob
28. Rapian
29. Faisal
30. Jafar
31. Tarmizi
32. Yosep
33. Zainal Rahim
34. M Yahya
35. Ridwan Suud
36. Ismail M Syah
37. Yusmandin
38. Misbahuddin
39. Parlaungan Lubis
40. Fikar W Eda
41. Zuherna Bahari
42. Deny Zikra
43. Masdi Azhari
44. Zulfan
45. Amiruddin
46. Adi Susilo
47. Hari Teguh Patria
48. Jumadi
49. Nurdin Syam
Posted at 11:56 am by infokita
Permalink
Dec 31, 2004
Banda Aceh Serambi Indonesia hancur, sekitar 80% karyawan dan wartawannya mungkin tidak selamat. (Denny 081565xxxxx, informasi dari Dharma/Media: Waspada)
Yulika Taresia (Alumni Komunikasi Undip 1993/sekarang bekerja di Humas Unpad) beserta suami dan anak meninggal dunia saat pulang kampung ke Banda Aceh. (Denny 081565xxxxx)
Medan Pengiriman sukarelawan ke daerah bencana dipersulit oleh Tim Penanganan Bencana di Medan. Alasan dari mereka adalah bahwa pengiriman sukarelawan harus melalui serangkaian seleksi yang dilaksanakan oleh TNI/POLRI, sementara itu jadwal penyeleksian sampai saat ini belum ditentukan. Selain itu, apa yang menjadi kriteria agar seseorang dapat dikirim menjadi sukarelawan juga tidak jelas. Terdapat pula ultimatum bahwa keberangkatan tim sukarelawan independen tidak menjadi tanggungjawa pemerintah karena dikhawatirkan adanya anggota GAM yang juga sedang kekurangan pasokan sandang-pangan sedang turun gunung, dan mengancam jiwa sukarelawan yang berangkat melalui jalan darat (Medan-Aceh). Saat ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari rekan Diyus Hanafi, Mahasiswa Unsyiah yang saat ini sedang berada di Kota Langsa dikabarkan bahwa penyakit kolera telah menyerang kota Banda Aceh dan Meulaboh, sedangkan tim/sukarelawan yang ada sangat minim sehingga evakuasi berjalan sangat lambat. Mahasisawa UISU Medan yang bersedia menjadi tenaga sukarelawan dan siap untuk diberangkatkan berjumlah sekitar 150 orang, namun karena keterbatasan dana dan tidak adanya angkutan, mereka belum jadi berangkat. Penanganan pengungsi yang saat in telah berada di Medan juga belum jelas. Sampai saat ini kami masih mengumpulkan informasi tentang lokalisasi pengungsi dan penanganannya. Jika teman-teman sukarelawan dari Medan tidak jadi diberangkatkan, mereka akan membantu mendirikan tenda darurat, dapur umum, dan MCK untuk pengungsi. Kami, sangat berharap kawan-kawan bisa melakukan pressure kepada Pemerintah agar dapat segera bergerak dan melakukan koordinasi untuk membantu penanganan daerah bekas bencana baik idi Aceh maupun di Pulau Nias. (Ida Rasahan. edited by:infokita)
Posted at 03:37 pm by infokita
Permalink
Posted at 03:44 am by infokita
Permalink
Serambi Indonesia family, (still missing, source: Kompas December 31, 2004):
1. Sayid Alwi (with his wife and 2 kids)
2. Maimun (with his wife and 2 kids)
3. Maryani (with his husband and a kid)
4. Syahrul Rahman (with his wife and 2 kids)
5. Rudi Asmara (with his wife and 2 kids)
6. Suhaimi (with his wife and a kid)
7. Muhammad Al (with his wife and a kid)
8. Muhammad AH (with his wife and a kid)
9. Nurlaili (with his kid)
10. Muhammad Rizal (with his wife and a kid)
11. Erwiyan Syafri (with his family)
12. Erismawati
13. Herianto
14. Ridwan Ishaq
15.Nasamuddin Arbie
Others still missing:
(Source AJI Indonesia Press Release)
1.Basri DahamDarmansyah
2.Mahdi Abdullah (Kontras)
3.Marhiansyah Aziz (RCTI)
4.Muhammad Din (Kontras)
5.Muharram M. Noer (Kontras)
6.Nurnihayati
7.Said Kamaruzzaman Sayed (Kontras)
8.Taufan Nugraha (KBR 68 H)
9.Uzair (Radio Prima FM)
10.Munar (penjaga kantor AJI Banda Aceh)
Posted at 02:47 am by infokita
Permalink
Missing persons in Banda Aceh. Source: IPAS (December 30, 2004, Report from Mr. Herry Christiono December 31, 2004
1. Abdullah yacob (53), Banda Aceh, Gampong Jawa
2. Astuti (34) Banda Aceh, Punge Blang Cut
3. Asvinda musliyanti (9) Banda Aceh, Punge Blang Cut
4. Apriano Rizki (18) Banda Aceh, Kaju
5. Keluarga Ir. Aswin, (48) Banda Aceh, Kampung Laksana
6Cut Dewi Isrianti (29), Banda Aceh, Kaju (Asisten Dosen Unsyiah FMIPA)
7. Cut Rika Mandasari (19), Banda Aceh,
8. Cut Rina Harnia (17), Banda Aceh, Lingke
9. Cut Natrisia (14) Banda Aceh, Kampung Keuramat
10. Cut Nessa (10), Banda Aceh, Kampung Keuramat
11. Cut Nella (7), Banda Aceh, Kampung Keuramat
12. Elka "boy" dasli (21), Banda Aceh, Kaju
13. Keluarga Edi Purnama (44)Banda Aceh, Kampung Laksana
14. Fadhilah andrini (13) Banda Aceh,Punge Blang Cut
15. Fitri (12) Banda Aceh,Lampulo
16. Keluarga Fahri Kasim (46), Banda Aceh
17. Husaini (50), Banda Aceh, Peniti
18. Hendri fery yansastra (17) Banda Aceh, Punge Blang Cut
19. Husni (48) Banda Aceh ,Punge Blang Cut
20. Heri Novan Romboyono (22), Banda Aceh
21. Hesty Astry (19)
22. Henny (23), Banda Aceh, Simpang Surabaya
23. Ikhwatiah (44) Banda Aceh, Punge Blang Cut
24. Ida Ratna Taufik Puri (18), Banda Aceh, Kaju
25. Irwandi, (23) Banda Aceh
26. Iqbal (15) , Banda Aceh,Lampulo
27. Irawan A. Gani (40) Banda Aceh, PTMeusara Agung
28. Imam mirza (20), Banda Aceh, Simpang Surabaya
29. Linhestiara (20) Banda Aceh, Punge Blang Cut
30. Muh. Ibnu Kautsar (8), Banda Aceh, Punge Blang Cut
31. Muammar (20), Banda Aceh,Prada utama
32. Mustafa (36) Banda Aceh, Punge Blang Cut
33. Keluarga M Jamil (40), Banda Aceh
34. Mantchiah (60), Banda Aceh
35. Nyak Maneh (67), Banda Aceh, Kampung Laksana
36. Nyak umar, (55) Banda Aceh, Peunayong
37. Nuralia (23), Banda Aceh, Simpang Surabaya
38. Reza ( 42) Banda Aceh,Kampung Laksana
39. Runtah (87) Banda Aceh, Punge Blang Cut
40. Ria (13) Banda Aceh, Kampung Laksana
41. Reza ulhaq (21) Banda Aceh, Kaju
42. Rusmaini (42) Banda Aceh, Punge Blang Cut
43. Rizqan Tanzil (18), Banda Aceh, Simpang Surabaya
44. Keluarga Syarliansyah (35), Banda Aceh
45. Sayed kadir, (60 tahun), Banda Aceh, Peniti
46. Susi (45) Banda Aceh, Kampung Keuramat
47. Sugeng (65) dan keluarga : Jelita Luhur (50), Yanoto (Laki-laki 23), KHA Dahlan 2E/10 Banda Aceh. (Any information please contact: 0816 603 208/022 7070 6286, Mr. Herry Christiono)
48. Keluarga Surya Bakti (52), Banda Aceh, Simpang Surabaya
49. Taufik Gaffar (40) Banda Aceh, Punge Blang Cut
50. Taufiqulhadi bukhari, (19), Banda Aceh, Darussalam
51. Keluarga TM Ilyas (65) Banda Aceh, Prada, Prada Utama Teulingke
52. Keluarga T Fuadi Gadong (47), Banda Aceh, Uleekaraeng
53. Teddy Hamzah. S (19), Banda Aceh
54. T.Nasir (50) Banda Aceh, Kampung Keuramat
55. Ummi Muryida (40), Banda Aceh,Simpang Surabaya
56. Zanaria (42) Banda Aceh, Kampung Laksana
57. Zuriati (28), Banda Aceh
58. Zuhalemi (29), Banda Aceh
59. Keluarga Anwar Puteh, Elli Rosita, Annur Rosela, Novita Erita, Anisa Juliansari, Rozatul Jannah, Nazzila, Perum Kahju, Banda Aceh (Report from Irvan Kaoy, Jan 12/05, any information contact Irvan Kaoy)
60. Ir Samsudin, M,si Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah (Report from Bp. Mukhtasar, Jan12/05, any information contact Mukhtasar_Thamrin@yahoo.com)
61. Rovrijal dan keluarga (Bpk.Ahmad Amir Ch,Ibu Meyanti Sitorus, Dek Margo), Banda Aceh. Report from Ikhlas Jan 04/05, any information contact Ikhlas
Posted at 02:42 am by infokita
Permalink
|
|
|
|
 |
|
 |